Kuperawanani Adik Temanku Sendiri

dilihat 2227 x

Advertisement

Pada waktu itu aku kelas 3 SMA.. Sebut saja namaku David. Disekolah si aku tergolong cowok yang ganteng dan digemari para cewek.. Mengapa tidak, aku yang tingginya 175cm, hidung mancung, kulit putih,trus pandai bermain Basket. Pada waktu itu aku sangat dekat dengan teman aku sebut saja namanya Revin. Kami berteman sangat dekat sekali. Karena kami berteman dari kami masih SMP sampai SMA pun kami bersama-sama. Suatu hari aku bermain kerumahnya Revin. Sesampai di rumah revin aku di kejutkan oleh sesosok cewek cantik yang tidak lain adalah adik temanku Revin. Sebut saja namanya Dinda. pada saat itu Dinda terlihat sangat manis sekali. karena pakaian yang di kenakannya terlalu minim,dan kebetulan sekali Dinda pada saat itu Dinda sedang membersihkan halaman rumah. Kuperhatikan mukanya yang manis,putih, tinggi mungkin 160cm. bisa di katakan Dinda adalah cewek tercantik di sekolahnya. Sejenak kuperhatikan buah dadanya yang montok dan bodynya yang aduhai montok itu yang membuat nafasku tak beraturan.

Advertisement

Aku sangat kaget melihat Dinda. karena setiap kali aku bermain ke rumahnya revin jarang sekali aku melihat Dinda. pada saat itu Dinda berumur 14 tahun. pada saat aku masuk rumah revin, Dinda menegurku.”eh kakak David” sejenak aku terdiam, dan berfikir dalam hati ” tumben – tumbennya Dinda menegurku” aku pun membalasnya “eh Dinda, Revinnya ada nga…?” “oh kakak, ada tuh di dalam sedang mandi mungkin. bentar ya Dinda panggilin. Kakak David duduk aja dulu di teras.” aku pun langsung duduk diteras. Tiba-tiba Dinda keluar “Kakak David bentar ya,kakakku lagi mandi tuh. Katanya aku temenin kakak David dulu.” akupun sangat senang, mengapa tidak, aku bisa mengobrol dengan adik teman aku yang cantik. aku pun mulai memperhatikan Dinda dari ujung kakinya sampai kepalanya. Memang cantik benar adik temanku ini gumamku. kulitnya yang mulus dan putih, trus aku pun melihat pahanya yang putih semakin membuat nafasku tak beraturan. Tiba-tiba Dinda tersenyum dan menegurku “kakak David kok lihatin Dinda trus..?” akupun kaget lalu kujawab saja dengan nada yang kecil “oh itu soalnya Dinda cantik sih…. trus Dinda sekarang udah kelas berapa…?” Dinda pun menjawabnya ” kelas 3 SMP ka.” “oh kelas 3 SMP ya….!” kami berdua pun mengobrol sampai akhirnya Revin pun keluar. “Oi Vid maap yah lama soalnya air kerannya macet jadi harus ngambil air di tetangga ni.” dengan sedikit kesal sih,aku pun menjawab ” nga apa-apa soalnya kan ada adik kamu tuh yang temanin aku ngobrol.” Kami berdua pun berangkat karena kami harus menghadiri acara ulang tahunnya temen sekelas kami. Tapi aku sangat sedikit menyesal. Karena kapan lagi aku bisa mengobrol sama adik temanku ini.
Pada suatu hari akhirnya aku bisa mengobrol sama adik temanku dan dimulai dari situlah kejadiannya..

Pada saat itu aku berencana pergi ke rumah Revin mau bikin tugas,karena sudah kelas 3 jadi tugas yang diberikan sangatlah banyak. Jadi aku berencana untuk membuat tugas dirumahnya Revin. Sesampainya di rumah Revin, akupun mengetuk pintu rumahnya. Yang keluar ternyata adiknya Revin yaitu Dinda. Kulihat Dinda yang sedang memakai celana pendek dan baju yang hanya se utas tali. ketika kutanya tentang Revin dan tujuanku kerumahnya, Revinnya nga ada, kebetulan sekali,pada saat itu orang tua Revin sering keluar kota untuk urusan bisnis,sedangkan Revin sedang keluar sama pacarnya. Akupun langsung menghubungi Revin. Dan ternyata Revin pulangnya sedikit kemalaman. sedangkan pada waktu itu jam masi menunjukkan pukul 15:30. Revin menyuruh adiknya untuk menemani aku sampai Revin pulang dari kencannya. Adiknya hanya setuju-setuju saja.

Akupun disuruh masuk sama Dinda,karena berhubung Dinda lagi sedang menonton Film Korea. Akupun menemani Dinda menonton Film Korea. Tiba-tiba dalam film tersebut ada adegan saling berciuman. Serentak Dinda pun malu. Trus waktu aku melihat mukanya yang merah, aku pun langsung mengajak ngobrol. “Dinda pernah ciuman nga seperti di film itu….?” kulihat wajahnya tambah merah, bisa dikatakan seperti kepiting rebus. Dindapun hanya menggelengkan kepala. Akupun senang mengetahuinya. Kulihat bibirnya yang berwarna merah muda, yang keliatan sekali masih belum di sentuh oleh laki-laki. akupun coba memancing untuk mengetahui apakah Dinda mau ciuman denganku atau tidak, jika tidak aku akan pasrah dengan keaadan ini. “Dinda mau ga coba ciuman kek di film…?” Wajah Dinda memerah, dan hanya berkata “Malu kak, soalnya Dinda nga pernah Ciuman.” akupun kebingungan, aku pun mencoba mendekati Dinda perlahan-lahan. Kemudian aku membisikkan ketelinganya ” Ga usah malu kan cuman kita berdua. kakak kamu sedang pergi,sedangkan orang tua kamu sedang keluar kota.”
Kemudian kudekapkan bibirku kebibir Dinda. kupikir Dinda bakalan menjauhin bibirnya, ternyata tidak malahan Dinda membalas ciuman saya.tak disangka bibirnya Dinda halus trus lembut juga. kami berduapun saling berciuman selama 10menit. Tiba-tiba nga di sengaja Dinda menyentuh anuku yang sedang lagi dalam keadaan tegak lurus ke atas. Sontak Dinda kaget karena menyentuh aloku. Gimana aloku ga mo tegap melihat Dinda yang begitu seksi dan bibirnya yang lembut. “maap ka Dinda nga sengaja beneran kok” akupun menjawab dengan nada yang sopan”oh nga apa-apa kok”.

Akupun berpikir bagaimana caranya agar Dinda bisa menyentuh lagi dan memainkan aloku ini. Aku pun memberanikan diri ” Dinda mau coba pegang anuku ga….?” wah tidak disangka Dinda tidak menolaknya… akupun langsung membuka celanaku. kulihat Dinda sedikit malu dan kaget dengan menutup setengah wajahnya karena melihat aloku yang berukuran 20Cm dan berdiameter 5cm. Kemudian akupun mengambil tangannya dan menyentuhnya ke aloku. Wah serasa di surga. mengapa Tidak, ternyata bukan cuma bibirnya saja yang lembut dan halus, tapi tangannya juga. kulihat Dinda sedikit keasikan memainkan aloku. Kemudian sambil Dinda memainkan Aloku, aku mencium bibirnya kembali.
Aku pun sedikit-sedikit coba menyentuh dadanya yang menonjol. Kemudian aku pun coba memasukkan tanganku kedalam bajunya dan ternyata Dinda tidak memakai Bra. Waktu kuremas buah dadanya udah mengeras yang tandanya Dinda pun menikmatinya. Tak dihitung lagi aku langsung memainkan buah dadanya yg berukuran sekitar 34 A. Dan juga tak Lupa aku memainkan putingnya yang masih mekar itu.
“Ah… Ah… Ah.. Ah…. enak ka… Ah… Ah…” Kulihat Dinda semakin keenakan.. akupun langsung membuka bajunya. kali ini aku melihat sesuatu yang sangat di luar pikiran saya. yaitu putingnya yang masih berwarna merah muda yang pengen sekali aku melumatnya.
Akupun tak menyianyiakan kesempatan yang begitu beruntung ini.
“Din coba donk masukkan ke mulut Dinda “
“ takut kha”… ” takut kenapa..?..”
“ Nga apa-apa, dah to dicoba dulu …” pintaku
“ Rasanya gimana kha … ?” tanyanya
“ Dah to di coba nanti kan tahu rasanya ..”
Lalu dengan sedikit ragu dia mengarahkan ujung aloku ke mulutnya, mula-mula bibirnya yang lembut itu menempel di ujung aloku, kemudian dia membuka sedikit bibirnya lalu kepala aloku sudah masuk ke mulutnya, lalu dilepas lagi dan berkata “ Kok asin ya kha “ tanyanya, “ Iya nga apa-apa memang rasanya begitu. Selanjutnya dimasukkannya lagi aloku ke mulutnya sedikit demi sedikit, dengan pelan-pelan aku membantu mendorong agar aloku bisa masuk semua di mulutnya. Lalu ku gerak-gerakkan sehingga aloku maju mundur di mulutnya, dan dia juga mulau mengimbangi dengan memaju mundurkan mulutnya. “ Din … enak sekali Din …” aku merasa keenakan aloku di emut Dinda … ketika ujung aloku berada di bibirnya; “ Din disedot dong alonya “ …. aku meminta dia untuk menyedot dan ternyata walaupun belum pengalaman sedotannya enak sekali …

Pada saat itu akupun pengen ngerasain vaginanya.. karena aku belom pernah melihat yang real.. biasanya aku melihat yang begituan lewat internet atau nga lewat DVD or Hp teman. akupun coba memasukkan tanganku ke celana mininya. dan tak disangka ternyata waktu aku menyentuh Vaginanya telah basah. Itu pertanda Dinda menikmati nya selama ini.. Akupun langsung membuka Celananya.. setelah aku membuka celananya, terlihat jelas Cd nya yg sudah basah. Tak kusiasiakan kesempatan ini.. aku langsung membuka Cdnya.. Yang tampak disana adalah vagina yang halus dan basah. akupun coba memasukkan jari telunjukku ke vaginanya. tak disangka,ternyata Dinda masih perawan tulen, takkan kubiarkan keperawanannya di ambil orang lain. kemudian aku coba memainkan jari telunjukku ke lobang vaginannya.
“Ah…. sakit ka.. ah.. ah… sakit.. ka..”

Akupun makin bersemangat memainkan jari telunjukku. Aku hanya diam sambil mempercepat sedotan mulut dan gesekkan jari tanganku di kedua daerah sensitifnya, lalu. “Ahhh. ahhh. mmmmmhgh.” secara tiba-tiba Dinda mengejang sambil tubuhnya terangkat tinggi keatas,yang tandanya Dinda mau Orgasme. Akupun dengan cepatnya menggoyangkan tanganku… Tiba-tiba Dinda Orgasme. Itu kurasakan karena ada sesuatu cairan yang panas. “Din kamu orgasme ya…?” Dindapun menjawab dengan wajah yang malu ” ia ka aku orgasme,makasih ya ka….!!”kulihat Dinda mulai lemas. ketika aku melihat Dinda orgasme akupun ingin orgasme juga tapi aku ingin merasakan vaginanya.. “Din kamu kan udah orgasme,ka belum ni. Dinda maukan bantu kakak orgasme…? ” ia kak nanti Dinda bantu.. trus Dinda musti ngapain..?” mendengar itu akupun gembira… nafasku lebih tak beraturan… “Aku pengen rasain aloku di masukin ke vagina Dinda…!!! bisa nga…?” “takut ka sakit” “tenang aja kakak nanti akan pelan-pelan kok.”

Akupun langsung menyuruh Dinda bergaya Dogystyle. Pelan-pelan kumasukkan.. sedikit sulit untuk memasukkannya,karena Dinda masi perawan jadi vaginanya masih tertutup lobang yang kecil.. Tapi karena vaginanya sudah basah, akupun coba-coba memasukkannya dengan perlahan-lahan sampai masuk 1/3 aloku. Pada saat aloku masuk sepenuhnya,Kumulai mengenjot-enjot vaginanya sampai vaginanya mengeluarkan darah bercampur maninya… “ah.. ah.. ah.. sakit.. ah… sakit.. kha.. “sakit… cuman kata-kata itu yang kudengar keluar dari mulutnya. Mendengar suaranya yang lembut aku lebih cepat mengenjot vaginanya… kemudian aku membaringkannya dengan kedua kakinya di dadaku.. akupun mulai mengenjotnya dengan cepat.. Tiba-tiba Dinda menyempitkan kakinya yang pertanda Dinda mau orgasme untuk yang kedua kali… “khaa,,, khaa.. Dinda mau pipisss… ahh… enak kha,,, tapi Dinda mau pipis nih…. udah ga tahan kha…” Mendengar kata itu aku semakin bergairah dan mempercepat enjotan ku.. “Sabar Din… kita keluarin sama-sama…kha juga udah mau keluar nhi.. sabar yah..” mendengar itu Dinda pun berusaha untuk menahan nya… Akupun langsung mengenjotnya dengan cepat. “Din kakak udah mau keluar ni.. Din gimana..?” “Dinda juga udah mau keluar…” “crott… crottt… crottt… crottt…” kamipun orgasme bersamaan,tapi aku menumpahkannya di atas perut Dinda..

Kemudian aku memeluk Dinda sambil mencium keningnya. “Din aku sayang sama kamu” “Aku juga sayang sama kakak. sebenarnya aku sudah meyukai kakak waktu Dinda kelas 1 SMP..” kami jadian pada saat itu. Setelah itu kami membersihkan diri kami masing-masing.. Tak berapa lama kakaknya Dinda datang. Tapi kami berdua hanya diam-diam saja seperti tidak terjadi apapun. Karena berhubung orang tua Revin nga ada,Revin meminta aku untuk menemaninya tidur dengan nya malam ini..
Tanpa banyak basa basi aku langsung menerimanya.. Kulihat wajah Dinda juga senang. Pada malam harinya waktu Revin tidur aku menggunakan kesempatan dalam kesempitan.. Kami berdua pun melakukan kejadian yang serupa waktu sore tadi.

Advertisement